jump to navigation

Dunia Pertelevisian

Komentar»

1. putramercury - November 28, 2008

Penyiar yang tampil dihadapan kita di layar TV, adalah petugas yang mewakili sebuah stasiun Televisi, sehingga penyiar adalah ujung tombak.

Ada klasifikasi penyiar :

1. Penyiar continuity, secara bahasa gampangnya, diartikan sebagai penyiar yang menjembatani antara satu acara ke acara lain, durasi penyiar ni sangat singkat, mungkin hanya beberapa menit.

2. Penyiar berita, sekarang yang lagi akan difokuskan adalah PENYIAR BERITA, karena saya juga lagi belajar dan terus belajar dalam bidang ini.

Penyiar berita memiliki beberapa syarat yang harus dipegang:

-Suara dan kemampuan berbicara, alangkah baiknya seorang penyiar berita memiliki microphonic voice, suara rendah atau bariton untuk pria dan alto untuk wanita, adalah suara ideal seorang penyiar berita, namun saat ini hal itu tidak menjadi mutlak. Mungkin dulu waktu jayanya DUNIA DALAM BERITA, TVRI, di tahun 80-an, semua penyiar memiliki karakter suara berat dan pembawaan suara yang sangat khas tiap personalnya. Tapi yang paling penting adalah bagaimana seorang penyiar mengeksploitasi suaranya, tekanan yang tepat, kata dengan lafal tepat dan intonasi juga ok.

-Penampilan dan perilaku yang tidak mengecewakan, secara fisik, penampilan seorang penyiar sangat diperhatikan oleh lensa kamera yang sangat sensitif, gw pernah beberapa kali ceroboh dalam hal ini, waktu berita telah usai, gw gak sadar, menggaruk rambut, ha…ha…temen yang nonton di rumah pada ketawa dengan gerakan yang tak seharusnya itu.

– Berkepibadian, diharpkan penyiar bisa menempatkan dirinya di lingkungan sehari-hari, jangan membuat hal-hal negatif yang membuat citra diri buruk.

– Berpengetahuan dan pendidikan yang memadai, saat ini menjadi penyiar memiliki syarat mutlak, yaitu pendidikan yang cukup atau bahkan lebih, cukup atau lebih disini sangat dibutuhkan, karena penyiar kadang berhubugan dengan pejabat,menteri,atau bahkan akademisi. Sehingga dengan adanya ilmu pengetahuan yang kita kuasai, membuat kita bisa menyeimbangkan pembicaraan kita.

– Memiliki motivasi, motivasi kunci menjadi penyiar, kalo gak ada motivasi ingin menjadi penyiar, ya lebih baik, membelokkan setirmu ke bidang lain. OK

– Mampu bekerja dalam satu tim, kita bukan sendiri, kita kerja sama, kita salah membaca naskah berita, REDAKS BAKAL MARAH, mereka sudah lelah membuat berita, kita gak bener, BAHAYA. Jadi harus menghargai satu sama lain, jangan ego, jangan menganggap diri kita paling WAH di antara KRU lain.

– Kesehatan yang baik, kerja menjadi penyiar cukup melelahkan, oleh karena itu harus enjoy this job.

– Percaya pada diri sendiri, jadilah diri sendiri.

2. putramercury - November 28, 2008

Bahasa Televisi:

1. Live Studio-recorded/siaran tunda
2.Breaking story/news-Stop press
3.Sound bite on tape
4.Stand up/piece to camera
5.Angle
6.Intro:pengantar berita
7. Teaser: cuplikan berita sebelum jeda iklan untuk menarik perhatian pemirsa

3. Clara saras tiana - Maret 2, 2009

Saya ingin sekali masuk ke dalam jurusan broadcasting, karna menurut saya sangat menarik, saya dapat berkerja di belakang layar , mengetahui tentang pertelevisian yang baik dan bermanfaat dan mempunyai daya kerja sama yang kuat untuk mendapatkan hasil yang memuaskan bagi para masyarakat luar sana yang sedang menyaksikan.saya dari SMAN 111 Jakarta Utara.

4. Clara saras tiana - Maret 2, 2009

Saya ingin sekali untuk dapat kuliah di kampus tv one…karna tv one telah berhasil memajukan acara berita dengan menarik dan dan lengkap apalagi dengan live..dengan adanya acara debat seperti itu bisa membuat diri kita ikut berada di dalam sana yang harus berfikir dan menemukan jalan keluarnya dalam masalah yang didebatkan…i love tv one..saya ingin kuliah di tv one…..TV ONE BERIKAN INFORMASI LEBIH BANYAK TENTANG PERKULIAHAN DI TV ONE

5. nujul - Mei 27, 2009

salam…….aku sarjana ekonomi pengen melanjutkan skul di tv one tpi IP aku ga mencapai 3,…apakah ada peluang tuk bisa kulia di tv one


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: