jump to navigation

Penyiar dan Televisi

Penyiar yang tampil dihadapan kita di layar TV, adalah petugas yang mewakili sebuah stasiun Televisi, sehingga penyiar adalah ujung tombak.

Ada klasifikasi penyiar :

1. Penyiar continuity, secara bahasa gampangnya, diartikan sebagai penyiar yang menjembatani antara satu acara ke acara lain, durasi penyiar ni sangat singkat, mungkin hanya beberapa menit.

2. Penyiar berita, sekarang yang lagi akan difokuskan adalah PENYIAR BERITA, karena saya juga lagi belajar dan terus belajar dalam bidang ini.

Penyiar berita memiliki beberapa syarat yang harus dipegang:

-Suara dan kemampuan berbicara, alangkah baiknya seorang penyiar berita memiliki microphonic voice, suara rendah atau bariton untuk pria dan alto untuk wanita, adalah suara ideal seorang penyiar berita, namun saat ini hal itu tidak menjadi mutlak. Mungkin dulu waktu jayanya DUNIA DALAM BERITA, TVRI, di tahun 80-an, semua penyiar memiliki karakter suara berat dan pembawaan suara yang sangat khas tiap personalnya. Tapi yang paling penting adalah bagaimana seorang penyiar mengeksploitasi suaranya, tekanan yang tepat, kata dengan lafal tepat dan intonasi juga ok.

-Penampilan dan perilaku yang tidak mengecewakan, secara fisik, penampilan seorang penyiar sangat diperhatikan oleh lensa kamera yang sangat sensitif, gw pernah beberapa kali ceroboh dalam hal ini, waktu berita telah usai, gw gak sadar, menggaruk rambut, ha…ha…temen yang nonton di rumah pada ketawa dengan gerakan yang tak seharusnya itu.

– Berkepibadian, diharpkan penyiar bisa menempatkan dirinya di lingkungan sehari-hari, jangan membuat hal-hal negatif yang membuat citra diri buruk.

– Berpengetahuan dan pendidikan yang memadai, saat ini menjadi penyiar memiliki syarat mutlak, yaitu pendidikan yang cukup atau bahkan lebih, cukup atau lebih disini sangat dibutuhkan, karena penyiar kadang berhubugan dengan pejabat,menteri,atau bahkan akademisi. Sehingga dengan adanya ilmu pengetahuan yang kita kuasai, membuat kita bisa menyeimbangkan pembicaraan kita.

– Memiliki motivasi, motivasi kunci menjadi penyiar, kalo gak ada motivasi ingin menjadi penyiar, ya lebih baik, membelokkan setirmu ke bidang lain. OK

– Mampu bekerja dalam satu tim, kita bukan sendiri, kita kerja sama, kita salah membaca naskah berita, REDAKS BAKAL MARAH, mereka sudah lelah membuat berita, kita gak bener, BAHAYA. Jadi harus menghargai satu sama lain, jangan ego, jangan menganggap diri kita paling WAH di antara KRU lain.

– Kesehatan yang baik, kerja menjadi penyiar cukup melelahkan, oleh karena itu harus enjoy this job.

– Percaya pada diri sendiri, jadilah diri sendiri.

(inspirasi dari TVRI Jawa Barat 2008)

Komentar»

1. Ade Palti Simamora - April 8, 2011

ada lowongan ga buat jadi penyiar berita??
mohon informasinya…

2. ERINN - Oktober 25, 2012

Kalau ada lowongan tentang penyiar berita, mohon informasinya.. Trims

3. EVITA - Oktober 31, 2012

i have dream to become a presenter ……..wishhhh,thanks for the info….KAYAUU

4. angie - Maret 3, 2013

ada penerimaan reporter tv


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: